Combination to Oily Skin's Best Friend

Hi guys!

Tanggal 4 Juli 2019 lalu, aku menghadiri product launching of Bioderma Sebium Lotion & Sebium Mat Control di Blue Jasmine Restaurant.
I was sooo excited karena 'dipertemukan' dengan calon best friend kulit aku. Kalau sebut Bioderma, yang suka dandan pasti ke-triggered sama Bioderma Sensibio H20 yang ampuh banget membersihkan kulit dari makeup dan kotoran. Aku sendiri juga salah satu fangirlnya Bioderma, fyi. Apalagi kali ini variannya ditujukan untuk kita-kita yang punya tipe kulit wajah kombinasi cenderung berminyak. Beberapa ciri-ciri kulit kombinasi cenderung berminyak yang bisa terlihat secara kasat mata(in case ada yang masih ragu sama jenis kulitnya sendiri)seperti: pori-pori terlihat besar, kulit kusam, tekstur kulit tidak merata, kulit terasa lengket dalam beraktivitas sehari-hari. Itu sih, aku banget ya. Haha. Kalau kamu juga ngalamin, berarti kita saudara sepenanggungan dan wajib baca post ini sampai habisss!!!
Dr. Jonathan Raharjo Subekti Sp.KK menjelaskan kalau orang dengan jenis kulit seperti kita ini ada 2 hal yang menjadi perhatian yakni mengontrol sebum production agar tidak berlebih(hyperseborrhea) dan menjaga kualitas sebum agar tidak berubah(dysseborrhea). Kalau mengontrol sebum, aku rasa semua produk untuk kulit berminyak pasti punya tujuan yang sama. Tapi kalau menjaga kualitas sebum, aku baru pernah dengar dan langsung manggut-manggut membenarkan, "Yes, itu masuk logika banget!"
Jadi gini, guys! Sebetulnya minyak di kulit itu lumrah adanya. Kelenjar minyak akan aktif pada semua manusia tanpa terkecuali saat masa puber. Berlebihan atau tidaknya kadar minyak pada kulit seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berdasarkan genetik dan usia. Genetik bisa dilihat dari kondisi kulit orangtua kita. Biasanya kalau orangtua kita punya masalah jerawat/kulit berminyak, nasib kita nggak jauh-jauh dari situ. Hahaha. Usia berarti secara umum kadar minyak akan sedang jaya-jayanya di usia remaja dan mulai stabil di usia dewasa. Sedangkan faktor eksternal meliputi iklim & cuaca, Air Conditioner, Overwashing, Makanan tertentu (dairy, carbo, lemak), dan stress. Jadi kalau faktor eksternal sedikit banyak bisa kita minimalisirlah yaaa. Kalau faktor internal yaudah pasrah aja. Nah, kalau aku sih karena faktor internal yang pasti. Hihi.
Lalu balik ke topik menjaga kualitas sebum agar tidak berubah, pakai perumpamaan minyak goreng nih, guys! Seperti yang kalian tau mungkin dari iklan-iklan atau display di toko, minyak goreng baru selalu cair dan jernih. Sementara minyak goreng yang sudah terpakai, apalagi dengan pemakaian lebih dari 1x pastinya tekstur minyak berubah jadi lebih kental, lengket, dan menghitam. Ternyata sama halnya dengan sebum! Kualitas sebum yang berubah membuat minyak wajah menjadi lengket sehingga menyebabkan pori-pori tersumbat dan mengakibatkan timbulnya jerawat. Begitchuuu. Pasti kalian sering mendengar tentang produk yang mengandung bahan-bahan organik, di claim produk tersebut aman untuk kulit. Organik memang baik, guys! Tapi mengandung ratusan molekul di dalamnya. Ketika menjadi active ingredients misalnya pada skincare malah bisa jadi pollutan untuk kulit. Ini menjawab pertanyaan dari sekian banyak pengalamanku breakout karena bahan-bahan natural yang langsung aku templokin ke wajah salah satunya madu. Di kulit aku madu justru jadi pollutan loh, percaya nggak? Efeknya malah jadi beruntusan. Huhu. Nah Bioderma ini memiliki ingredients dan cara kerja yang mirip sekali dengan yang sudah ada di kulit kita, hal itu yang disebut Biomimetic. Tujuannya untuk preserve skin ecosystem dan mengajarkan kulit untuk kembali ke fungsi awal. Kira-kira seperti itu yes.
 Disini aku lagi bertanya tentang 2 hal : yang pertama mengenai makan makanan pedas apakah mempengaruhi timbulnya jerawat dan yang kedua mengenai timbulnya jerawat sebetulnya lebih disebabkan oleh makeup atau salah skincare. Dijawab oleh Dr Jonathan dan Kak Detya, bahwa makanan pedas mempengaruhi kondisi kulit hanya pada saat kita mengkonsumsinya saja. Karena makan makanan yang pedas, maka kulit jadi lebih berminyak dan banyak berkeringat pada saat itu. Berbeda dengan dairy product yang efeknya bisa berminggu-minggu. Sedangkan jawaban atas pertanyaanku yang kedua, Dr Jonathan mengatakan bahwa jerawat dapat disebabkan oleh sisa makeup yang terperangkap pada pori-pori. Kak Detya menambahkan, seringkali saat membersihkan makeup kita merasa sudah bersih sempurna karena tidak terlihat lagi ada warna di kapas pembersih. Namun ternyata yang terjadi masih ada sisa silikon yang sulit dibersihkan dari wajah yang biasanya terdapat pada primer. Maka dari itu lebih baik ganti base makeup dengan primer yang tidak mengandung silikon. Solusi untuk meminimalisir timbulnya jerawat adalah dengan membatasi penggunaan makeup dalam jangka waktu lama misalnya dari pagi sampai malam non stop, dan jangan lupa pakai skincare sebelum ber-makeup agar kulit tidak terpapar langsung dengan kosmetik. Begitchuuu

 Foto barengnya dongak keatas. Jarang-jarang kan. Ehe

Sekarang saatnya untuk mencoba di rumah masing-masing karena kita dikasih goodie bag yang isinya Bioderma Sebium Lotion dan Bioderma Sebium Matt Control. Sebetulnya kalau soal tekstur, aku sudah pernah review di Insta Story. Tapi biar aku jelasin lagi disini. Bioderma Sebium Lotion sebetulnya adalah toner yang dapat menghidrasi kulit hingga 8 jam, sedangkan Sebium Matt Control adalah shine control moisturizer yang bikin tampilan kulit jadi matte dan terasa lembut, tapi tetap melembabkan dan nyaman seharian. Lebih dari 2 minggu aku mengganti skincareku dengan Bioderma Sebium Lotion dan Bioderma Sebium Matt Control jadi sekarang aku bisa nulis reviewnya deh. Hehe. Beneran dipakai loh ya, jadi bukan asal nulis aja. Hihi.

Bioderma Sebium Lotion
Harga : Rp 297.000,-
Buat kalian yang punya kulit kombinasi sampai berminyak sensitif, kulit dengan pori-pori yang tampak besar, pria setelah bercukur baik remaja dan dewasa, kalian bisa mengaplikasikan Bioderma Sebium Lotion pada pagi dan malam hari setelah wajah dibersihkan. Pijat menggunakan jari atau kapas. Kalau aku lebih suka pakai jari karena lebih hemat sekaligus terasa lebih menyerap di kulit. Wanginya fresh, teksturnya lembut, dan mudah menyerap di kulit. 1 minggu pertama pemakaian belum terasa efek apapun. Aku mulai notice tekstur kulitku jadi lebih halus ketika mendekati 2 minggu pemakaian. Dan pori-poriku juga lebih mengecil.

Bioderma Sebium Mat Control
Harga : Rp 381.000,-
Ada Fun Fact nih, guys! Ternyata produksi sebum tertinggi terjadi pada jam 2 siang, sedangkan produksi sebum terendah terjadi antara jam 4 dini hari dan jam 7 pagi. Dihitung dari presentase rata-rata produksi sebum. Pantesannn, pas jaman sekolah dulu muka rasanya butek banget pas udah mau deket jam pulang. Haha. Okay, back to Sebium Matt Control. Ceritanya aku tuh pakai tonernya duluan, sementara si Matt Control aka pelembabnya aku pakai belakangan karena takut! Yes, percaya nggak percaya aku udah takut duluan karena teksturnya cream. Zuzur yah aku udah keburu jatuh hati sama pelembab dalam bentuk gel karena rasanya lebih light dan no residue gitu loh. Tapi masa iya aku ga pakai, gimana cara aku reviewnya ya kan. Mau ngarang ih ga tegaaa, blog ini berdiri atas nama kejujuran dan review yang kredibilitasnya bisa dipertaruhkan. Cieee. Yaudah dong aku coba pakai pertama kalinya abis cuci muka malem-malem kuinget banget! Awal mulanya ya cuma berasa kulit jadi super soft, termasuk tangan dan jari-jari pun keikut soft. Fisinishingnya juga light, no residue, dan surprise! setelah 2 mingguan bangun pagi pabrik minyakku gulung tikar. Ahahaha. Serius aku ga nyangka it happen to me.

Personally I love it so much dan berani rekomendasiin ke kalian karena emang beneran sebagus itu. Hasilnya betul-betul nyata, minyak sungguh berkurang. Memang kulit masih berminyak, bukan yang tiba-tiba berubah jadi dry or normal skin. Tapi setidaknya kilapnya nggak lebay dan meskipun berminyak wajah juga tidak terlihat kusam. Recommended? Yes! Terutama Matt Control karena bisa dipakai untuk base makeup.

Day in the life of an Influencer

Aku tau, diantara kalian pasti banyak yang penasaran dengan kegiatan para Influencer. Kira-kira mereka ngapain aja sih, kog 'cuma' foto-foto cantik terus upload di sosmed lalu dibayar? Nah, demi menjawab rasa penasaran para netizen, disini aku mau membocorkan daily activity-ku sebagai seorang Influencer dengan menjabarkan seluruh rutinitasku dalam menyelesaikan sebuah project. Yuk ikut aku!

Bangun tidur ku langsung pegang handphone, buka aplikasi Whatsapp dan Email untuk mengecek kalau-kalau ada tawaran project baru. Ga cuma itu, aku pasti buka Instagram juga! Niatnya sih cuma cek notif, tapi pasti ngescroll juga deh jadinya. Hehe. Kalau kerjaan yang berhubungan dengan handphone pasti setiap hari dan setiap saat aku lakukan. Nah, aku punya 3 activity yang harus aku lakukan bergantian dalam seminggu demi konten baru, yay!

Photoshoot
Sebelum menentukan waktu yang tepat untuk photoshoot, biasanya aku mengumpulkan minimal 5 produk atau lebih untuk difoto sekaligus untuk memaksimalkan uang, waktu, dan tenaga. Di lokasi foto aku harus tetap update di sosial media, biar audience bisa terus mengikuti kegiatanku. Tuh kan, siapa bilang influencer kerjaannya santai-santai terusss. Hihi

Event
Aku paling semangat datang ke event! Kenalan dengan orang-orang baru, foto-foto di venue, dan seneng juga dapet goodie bag. Hihi. Tapi tidak semudah itu, Ferguso. Disana para influencer harus kerja bikin konten. Kita semua sibuk sama handphone masing-masing untuk bikin Live Report. Ga cuma itu, lokasi venue yang seringkali jauh dari rumah, ditambah pedas pahitnya kemacetan Jakarta, rasanya mata jadi perih lantaran terpapar angin AC saking lamanya berada di dalam mobil.

Editing
Aku terbiasa mengedit foto menggunakan 2 Device yaitu Laptop dan Handphone. Laptop untuk mengedit detail, sedangkan handphone untuk menambahkan efek 'beauty'. Untuk menghasilkan 1 foto biasanya aku membutuhkan waktu 15-30 menit. Kebayang kan gimana 'hectic'nya kalau lagi banyak project Blog Post, karena foto yang harus diedit pasti lebih dari 1. Tahap editing ini memerlukan waktu kurang lebih 5 jam di depan layar biru, nonstop! Seringkali saat editing aku sembari bales-balesin email atau ngirim balik SKK dan MOU. Hihi. Maklum ya belum pakai personal assistant, jadi semua hal perintilan ini aku yang kerjain sendiri.
Dari semua tahapan, tahap inilah yang paling bikin mata sepet dan pegel. Belum lagi kerjanya di ruangan ber-AC ya kan. Kalau diperhatikan, semua kegiatanku seharian pasti berhubungan dengan blue screen dan pendingin ruangan. Ga heran sih, di era digital ini aku yakin banyak sekali profesi yang berhubungan dengan layar handphone dan laptop, ga cuma influencer aja! Dan ga heran juga kalau semua yang indoor di negara tropis ini pakai pendingin ruangan. Pernah pas lagi meeting sama client, tiba-tiba mataku berasa sepet, pegel, dan perih, ganggu banget deh pokoknya! Aku jadi berharap meetingnya cepat-cepat selesai. Parahnya lagi, aku jadi sulit berkonsenterasi karena sibuk mengerjapkan mata. Situasi yang bikin nyesel banget kalau dipikir-pikir. Huhuhu. Tapi kita semua nggak mungkin menghindari hal-hal yang menyangkut pekerjaan. Karena itu aku percaya setiap masalah ada solusi.

"The eyes are the windows of the soul,"

Ternyata mata sepet, pegel, dan perih yang aku rasakan adalah gejala mata kering, guys! Penyebabnya karena main handphone dan gadget kelamaan, atau berlama-lama di depan blue screen seperti TV dan Laptop. Menyetir kendaraan dalam jangka waktu yang lama, serta terkena paparan AC/Pendingin ruangan juga bisa jadi salah satu penyebabnya. Bahkan buat teman-teman yang masih berstatus pelajar dan kegiatannya seputar membaca dan belajar dalam jangka waktu yang lama, juga bisa mengalami gejala mata kering. Solusinya ga cukup kalau cuma dikucek-kucek saja, hati-hati nanti matanya jadi merah. Karena itu aku selalu sedia Insto Dry Eyes.
Insto Dry Eyes fungsinya untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, dan meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata. Cara pakainya, 1-2 tetes pada setiap mata, 3x sehari atau sesuai anjuran dokter.
Dengan ukuran 7,5ml, Insto Dry Eyes ini sangat travelable. Harganya juga terjangkau! Aku beli di Indomaret sekitar 14ribu-15ribuan. Insto Dry Eyes ini mudah ditemukan dimana-mana selain di apotik atau drugstore, jadi kalau butuh tinggal mampir ke minimarket deh.
Anywayyy, aku tau banget nih kalian yang cewek-cewek pasti banyak yang pakai lensa kontak/softlens, soalnya aku juga. Ahahaha. Nah sebelum pakai Insto Dry Eyes, lepas dulu lensa kontak kalian dan pasang kembali minimal 10-15 menit setelah Insto Dry Eyes diteteskan. Jangan lupa untuk selalu ganti Insto Dry Eyes kamu dengan yang baru setelah dibuka 1 bulan.

Nah, itu dia solusiku supaya mata lelah-ku bisa kembali fresh dan bisa konsentrasi kerja lagi. Juga solusi buat kalian semua yang berkerja dalam segala bidang profesi apapun. Yes, apapun!
Malamnya...santai-santai sambil nonton movie di laptop atau baca webtoon di handphone sebelum tidur. Hahaha.

Bye mata kering~

Invest In Your Hair

Pinoko Beauty never fail to amaze me. Setelah hairclip dan bangs clip-nya yang selalu bikin rambut aku effortless beauty, sekarang aku punya produk terbaru dari Pinoko yang sangat-sangat aku rekomendasikan untuk kalian.

Hairflippp!! Kalau kalian pernah baca review aku tentang hairclip disini, atau kalian pengguna hairclip, pastinya tau kalau hairclip big layer bentuknya persis seperti ini. Bedanya hairflip ada tali beningnya untuk disangkutkan ke kepala, tentu dilengkapi jepit juga, malah jepitnya ada banyak lho. No wonder hairflip terasa lebih ringan dibandingkan hairclip karena beratnya terbagi-bagi ke banyak area, ga cuma disitu-situ aja. Haha. Pinoko Beauty menyediakan 3 style rambut pilihan : Straight, Wavy, dan Curly. Karena rambut asliku lurus, disini aku pilih model hairflip yang kriwil-kriwil. Ganti suasana ceritanya. Hihi

Princess Wavy
Pingin rambut kriwil-kriwil yang jatohnya lebih natural, pakai Princess Wavy aja. Bentuk keritingannya besar-besar, kalau mau ke tempat-tempat yang banyak angin aku lebih prefer pakai Princess Wavy karena kalau kelihatan acak-acakan pun tambah adorable (kayak Moana). Wakaka. Ga semegar Moana tapinya.

Sexy Curly
Omoo!! Rambut asli aku aja tuh ga bisa diginiin πŸ˜‚ Butuh rambut sepanjang apa kan supaya pas dikeritingin gini jatohnya pas. Terus rambut asli aku ga tebal-tebal amat, jadi impossible-lah ya kalau mau keriting cakep. Waktu fotoan ini aku merasa seperti Rosalinda Ay Amor πŸ‘ Rosalinda yang telenovela itu loh, kebetulan mamaku waktu lagi hamil aku hobinya nonton Rosalinda. Wakaka. Ini bahas apa sih ini kog jadi salfok πŸ˜† Sexy Curly cocok untuk effortless glamour look.

Pinoko Beauty
Instagram | Shopee

Merawat Rambut dengan Ellips Hair Care

Perm, bleaching, color, catok, you name it! Cewek milenial kayak kita pastinya sering ngalamin dilema soal rambut. Pengen cetar dengan rambut stylish, tapi nggak mau sepaket sama side effectnya πŸ˜‚ Kita harus besar hati menerima kenyataan bahwa itu nggak mungkin. All we can do is...perawatan! Kalau punya uang lebih bisa rajin-rajin perawatan di salon. Tapi buat aku yang anti-misqueen-misqueen-club, mendingan duitnya aku beliin produk terus perawatan sendiri di rumah 😁Produk yang bagus dan cocok nggak harus mahal. Bertahun-tahun aku pakai Ellips Hair Care hasilnya selalu memuaskan. Disini aku jabarin Ellips Hair Care apa saja yang selalu aku repurchase sampai saat ini :

Ellips Hair Vitamin with Pro Keratin Complex
Blister pack isi 6 & Ellips in Jar isi 50 butir
Setelah di bleaching, kondisi rambutku rusak parah. Kalau keramas nggak pakai kondisioner, sesudahnya ga akan bisa disisir alias kusut banget! Selain itu helaiannya jadi rapuh, ditarik sedikit pasti patah. Kalau nggak dicatok, rambut ngembang kayak singa πŸ¦ Suka nggak suka dengan side effect dari styling rambut, rambutku harus tetap dimacem-macemin untuk mendukung pekerjaanku sebagai beauty influencer.

Aku sudah pernah bahas masing-masing varian di post blog aku yang ini. Rambutku rusak akibat proses kimiawi, jadi aku pilih varian yang paling sesuai dengan kebutuhanku yaitu Hair Repair. Fungsinya sesuai banget nih, guys! Merawat, menutrisi, dan melindungi rambut rusak karena proses kimiawi dan panas akibat hair dryer dan catokan pelurus atau pengeriting rambut. Saking rusaknya rambutku, saat dibelai sampai kedengaran bunyi kresek kresek kayak bunyi jerami yang saling bergesekan πŸ˜† Kalau di foto rambutku terlihat baik-baik saja, itu karena aku pakai Ellips. Coba bandingkan kondisi rambutku sebelum dan sesudah pakai Ellips. Before-After ada di postinganku yang ini.

Karena Hair Vitamin ini wujudnya oil jadinya rambut instantly shiny dan lembab. Gausa Ellips, coba kamu olesin minyak zaitun di rambut, pasti langsung kilap kan. Hihi. Tapi minyak zaitun terlalu berat untuk rambut, yang ada rambut malah jadi lepek. Meskipun wujudnya oil, pas diaplikasikan ke rambut yang setengah kering(masih basah menjelang kering sesudah keramas) dia seperti berubah wujud dari oily jadi watery gitu loh. Buktinya ga cuci tangan setelahnya pun, tangan kita ga minyakan. Efek instannya lagi rambut jadi lembut dan mudah diatur meskipun sebelumnya nggak pakai kondisioner. Wanginya juga segar banget!!! Jadi kayak abis keramas di salon ❤ Btw, Ellips beken di kalangan cewek-cewek Jepang. Coba googling deh, pasti Ellips termasuk dalam daftar oleh-oleh yang paling dicari sama turis Jepang. Hebat ya!

Disini aku juga mau bocorin HAIR HACK aku untuk cewek-cewek atau cowok yang suka styling rambutnya dengan alat-alat panas seperti iron atau dryer, namun tetap ingin terlihat shiny seperti sehat natural. We knowlah ya kondisi rambut setelah di catok lurus atau keriting, bentuknya bagus tapi kelihatan kusam dan kaku seperti rumput yang mengering sehabis kena panas. Karena itu aku selalu pakai sebutir Ellips setiap sehabis keramas, sebelum styling rambut. Nggak pakai vs Pakai is real 😳 Setelah styling biasanya aku menambahkan sedikit lagi untuk efek highlight pada rambut. Ga cuma muka doang yang bisa dibikin bersinar, guys!πŸ‘Œ

Ellips Dry Shampoo
Kondisi rambutku kering, tapi wajahku berminyak. Jadi seringkali rambut bagian depan dekat kening lepek dan berminyak meskipun sudah keramas sebelumnya. Dry Shampoo ini ada 2 ukuran : 200ml dan 50ml, yang besar untuk dipakai di rumah, dan yang kecil untuk dibawa kemana-mana terutama saat photoshoot atau event. Ada 4 varian: Blossom(wangi floral), Fruity(wangi buah-buahan), Breeze(aroma yang fresh), dan Exotic(wangi khas tropis). Perbedaan hanya di aromanya, guys! Aku baru cobain 3 varian : Blossom, Breeze, dan Exotic, paling suka aroma Breeze. Tergantung selera sih kalau wangi. Hihi.

Cara pemakaian :
1. Kocok botolnya terlebih dahulu
2. Semprotkan Ellips Dry Shampoo ke area kulit kepala dan helaian rambut dengan jarak 30cm
3. Pijat kulit kepala seperti saat keramas, lalu ratakan dengan sisir.

Dry shampoo ini ga boleh dipakai setiap hari sebagai pengganti keramas lho. Yaaa kali aja karena praktis, sukses ngilangin lepek, wangi semerbak, eh jadi males keramas beneran pakai shampoo. Kalian ga gitu kan, gengs? Hehe.

yang baru aku cobain :

Ellips Vitamin Hair Mask
Aku pakai yang kemasan sachet. 1 box isinya 12 sachet, per sachet 18g, cukup untuk 1x pemakaian, kalau rambut pendek kayak aku bisa disimpan untuk 2x pemakaian.

Cara pakai :
Setelah keramas, balurkan Ellips Vitamin Hair Mask secara merata ke seluruh rambut dan pijat batang rambut mulai dari pangkal hingga ujungnya. Diamkan selama 1-2 menit, lalu bilas hingga bersih. Gunakan 1x seminggu atau sesuai kebutuhan rambut kamu.

Ellips Vitamin Hair Mask ini bentuknya cream dengan tekstur yang padat. Fragancenya hampir sama deh sama Ellips Hair Vitamin yang warna pink. Wangi floral 🌼 Awet pula, seharian sampai keesokan harinya tetap wangiii. Bantal tidurku sampai ketularan wanginya πŸ˜†

---

Sebagai beauty blogger pastinya aku sering dapat kesempatan untuk mencoba berbagai produk perawatan rambut, mulai dari brand lokal sampai brand luar. Suatu hari nanti, mungkin aku akan mereview produk-produk lainnya. Dan mereview berarti memakai. Tapi kalau disuruh memilih produk perawatan rambut yang akan aku beli dengan uangku sendiri, maka aku akan memilih Ellips Hair Care karena harganya affordable dengan kualitas yang memuaskan. Disamping itu aku selalu cocok dengan produk Ellips, dari segi manfaat dan wanginya. Yanita Sya's approved ✔

Review Jujur Clinelle Purifying Series

Blogku penuh sarang laba-laba!!! Ga boong, tuh buktinya 😝 Sekarang mau review skincare yang lagi rutin aku templokin ke muka. Dapat kesempatan dari Clozette Indonesia buat cobain skincare set-nya Clinelle Purifying Series, ga cuma membantu dan menghilangkan jerawat tapi juga mencegah breakout, mengontrol produksi minyak pada wajah, mengecilkan pori-pori, melawan bakteri, memudarkan atau mencerahkan bekas jerawat, dan menghaluskan kulit. Kayaknya WOW gitu! Cobain langsung ke muka yang Acne Prone + sensitif, perjuangan melawan jerawat setelah lepas krim dokter. (Kalimat barusan kayak click bait buat judul Youtube gitu gaksi πŸ˜‚)

Clinelle adalah brand skincare yang berasal dari Malaysia, manufactured by Korea. Selain Purifying Series, masih ada series-series lainnya yang bisa kamu pilih untuk disesuaikan dengan kebutuhan kulit kalian. Clinelle Purifying Series terdiri dari 4 produk : Purifying Cleanser, Purifying Toner, Purifying Blemish Gel, dan Purifying Gel Moisturizer.

Semua produk Clinelle TIDAK mengandung :
- Artificial Fragance
- Artificial Color
- Comedogenic Ingredients
- Mineral Oil
- SD Alcohol
- Lanolin
- Paraben

Jadi aman untuk pemakaian jangka pendek maupun jangka panjang, guys!

Cerita sedikit ya. Awal mulanya aku lepas krim dokter pas abis liburan ke Jepang tahun 2017. Kalau kalian penasaran aku pernah ke dokter mana, obatnya apa aja, gimana perjuanganku sebelum ketemu dokter kulit yang cocok, baca disini ya!

Kenapa akhirnya aku memutuskan untuk berhenti? Jadi sewaktu pakai cream dokter mukaku tetap berjerawat tapi nggak banyak seperti kalau nggak pakai sama sekali. Berbeda dengan kondisi awal saat mukaku baru kenal sama obat dokter, langsung mulus kayak jalanan aspal yang baru dibenerin. Makin kesini kog kayaknya jerawatnya udah mulai resistan nih, kayak kurang mempan gitu loh. Terus aku harus beli obatnya di tempat, saat dokternya praktek di RS dekat rumahku setiap hari Senin, Rabu, Sabtu, diatas jam 7 malam dan sekitar jam 4 sore khusus untuk hari Sabtu. 2 tahun lalu ga bisa gojek, sekarang udah bisa digojekin. Haha. Aku kepikiran kalau suatu hari dokternya pindah atau terjadi kondisi yang bikin beliau ga bisa praktek lagi, lah aku kudu gimana? Nah, sejak itu aku mulai mengurangi frekuensi pakai cream dokter dan mengganti skincareku dengan skincare-skincare yang dijual bebas di pasaran. Awalnya kulitku overreact, jerawat sampai penuh sejidat-jidat! Long short story wajahku mulai calm, legowo dipakein skincare yang dijual bebas di pasaran as long as produk yang memang diperuntukkan untuk kulit berjerawat atau all skin type. Untuk detailnya aku bakalan bikin 1 blogpost khusus deh. Promise! Nih guys, langsung aja ya reviewnya.


Purifying Cleanser



Size: 80ml

Harga: Rp 99.000,-


Sabun wajah yang mengandung Salicylic Acid dan Tea Tree Oil ini berwujud cream semi gel (menurutku) karena kalau diperhatikan creamnya berwarna putih sedikit bening, teksturnya juga ringan dengan busa yang cukup banyak dan creamy dengan aroma khas salicylic acid (cannot describe πŸ˜†) Setelah cuci muka dengan Purifying Cleanser wajah terasa kesat saat disentuh, soalnya bunyi 'cekit-cekit' gitu, guys! Tapi herannya rasa kesatnya cuma berasa kayak bersih aja, bukan kesat kering kencang ngeselin πŸ˜† Recommended? Yes! Sesuai untuk oily & acne prone skin, membersihkan kulit dari sebum tanpa mengubah kondisi kulit jadi kering.


Purifying Toner


Size: 150ml

Harga: Rp 129.000,-

Awal-awal aku salah pakainya, aku spray di kapas sampai kapasnya basah terus jadinya boros banget dan ga berasa pakai πŸ˜‚ Harusnya aku baca dulu di belakang kemasan, tertulis jelas kalau tinggal spray aja di muka, terus tap tap pakai tangan, beres deh. Hihi. Kalau belum kering sepenuhnya terasa agak lengket di kulit. Setelah menyerap sempurna no sticky at all!


Purifying Gel Moisturizer


Size: 30ml

Harga: Rp 139.000,-
Belakangan ini aku baru sadar kalau pelembab yang paling nyaman untuk kulit berminyak adalah pelembab dalam bentuk gel. Biasanya untuk sehari-hari aku selalu pakai Aloe Vera Gel, lalu sekarang aku beralih ke Clinelle Purifying Gel Moisturizer. Ternyata cocok!

Purifying Blemish Gel

Size: 15ml

Harga: Rp 129.000,-


Membantu menyamarkan noda dan bekas luka. Wujudnya gel, bening, dan ringan. Bisa dipakai sebelum pakai makeup nih, guys! Cara pakainya dioleskan ke bagian kulit yang ada bekas jerawatnya 2-3x sehari selama 1 minggu atau sampai nodanya mulai samar.

So far aku merasa kulit acne prone-ku jadi lebih terawat. Jerawat tetap mampir tapi jumlahnya ga banyak. Produksi sebum juga lebih terkontrol. Kalau untuk mengeringkan jerawat dan menghilangkan noda bekas jerawat aku merasa belum ada perubahan. Recommended? Yes! Sesuai untuk kulit berminyak dan berjerawat namun yang kondisinya TIDAK terlalu kompleks.

Clinelle Indonesia

Instagram | Website