Schick Intuition Pure Nourishment [REVIEW]

#TeamCukuran sini kumpulll. Percaya nggak sih kalau aku tuh ga pernah laser-laser unwanted hair? Tampang-tampang kek aku kelihatan orangnya ga mau ribet ya? Haha. Padahal dari jaman dahulu kala aku penganut cabut mencabut dan cukur mencukur. Nooo, aku juga bukan anak waxing sih, cabut manual aja pakai pinset kalau lagi senggang. Haha. Aku pro cukuran karena ga ribet dan ga mahal, jadi sebelumnya aku sempet cari tau juga, bener ga sih cukuran bisa bikin kulit jadi begini begitu. Sekarang udah lumayanlah udah bisa bedain mana mitos mana fakta seputar cukuran 🤟 So, aku mau bagiin knowledge ini juga ke temen-temen semua. Legooo~


Bikin Bulu Tumbuh Lebih Lebat?

Faktanya Pertumbuhan rambut berawal dari folikel rambut yang terletak di bawah kulit. Rambut akan membentuk akar, melewati folikel dan kelenjar minyak. Setelah rambut keluar di permukaan kulit, nah yang disebut bulu yang biasa kita lihat secara kasat mata adalah sel-sel rambut tidak lagi hidup. Ketika mencukur bulu, maka yang terpotong adalah bulu rambut yang sudah 'mati' pada permukaan kulit. Proses cukur bulu ga menghilangkan rambut di bawah kulit seperti metode waxing or laser. Jadi ga mungkin mencukur bulu bisa mempengaruhi warna rambut, ketebalan, dan kecepatan pertumbuhan rambut. Teorinya sama kayak potong rambut yang di kepala. Ga akan bikin rambut tiba-tiba numbuhnya jadi lebih tebal dan hitam kan. Hehe. So, statement 'bikin bulu tumbuh lebih lebat', totally MITOS ya, girls.


Kulit Jadi Hitam?

Yes! Atatement ini adalah FAKTA. Tapiii, ada tapinya dong. Mencukur bulu dengan pisau cukur kotor dan tumpul bisa memicu iritasi pada kulit yang menyebabkan area yang dicukur terlihat lebih gelap. Solusinya paling nggak, ganti pisau cukup setiap sebulan sekali atau sesuai kondisi. Kalau pisau cukur tajam, kita ga perlu ngasih tekanan ke alat cukur saat membersihkan bulu. Make sure pisau cukur juga bersih saat digunakan. Tenang aja, kalau pisau cukurnya dalam kondisi dan kualitas yang baik, kulit ga akan menghitam kog. Aku udah buktiin sendiri, soalnya ga pernah laser-laser ketek apalagi waxing. Paling cabut manual aja kalau lagi iseng. Paling sering ya cukuran dong 😊


Then aku juga mau spill cukuran apa yang lagi aku pakai dan menurutku sayang banget kalau ga di share karena aku udah coba dan beneran sebagus itu. Nih diaaa, namanya Schick Intuition ⬇️⬇️⬇️

Brand : Schick Intuition

Harga Schick Intuition Kit : IDR 115.900 (lagi discount jadi IDR 81.130,- di Schick Official Store Tokopedia)

Harga Schick Intuition Reffil : IDR 95.175,- from IDR 126.900,-


Schick adalah brand asal Amerika, namun cukup famous di berbagai negara termasuk Indonesia. Yang aku tau, Schick sangat berinovasi dengan berbagai varian alat cukur untuk pria maupun wanita, termasuk varian Intuition ini. Berbeda dengan alat cukur biasanya, bedanya ini cantik bangets 😆 Schick pengertian banget deh sama kebutuhan cewek2 yang selain mentingin fungsi, barang tuh harus kelihatan cantik menarik, udahlah pastel2 gitu lagi warnanya. Gemesss 💕 Ga hanya menarik karena warnanya yang girly yaitu lilac pastel, tapi juga praktis dan wangiii.

Dikemas dalam kotak kardus dengan plastik transparan di bagian depan kemasan sehingga kita dapat melihat seperti apa bentuk cukurannya tanpa membuka kemasan. Dalam 1 kemasan ini kita akan mendapatkan 1 buah gagang serta 2 buah reffil. Tersedia juga kemasan reffil isi 3 yang dijual secara terpisah.

Bentuknya lebih besar dibandingkan alat cukur biasa. Secara keseluruhan terbuat dari plastik dipadukan dengan bahan karet berkontur di bagian warna ungunya sebagai grip agar tidak licin ketika kena air. Dilengkapi dengan tutup razor yang terbuat dari plastik. Walaupun ukurannya cukup besar untuk sebuah razor, namun beratnya sangat ringan. Di sekeliling pisau cukurnya ada conditioning solid yang bentuknya seperti sabun batang dengan coconut milk and almond oil. Akan licin dan sedikit berbusa bila kena air. Menurutku ini adalah kelebihan utama dari varian Intuition ini karena sangat praktis dan travel friendly. Penggunaannya tidak memerlukan shaving gel secara terpisah. Selain itu sabunnya juga lembut di kulit yang mengandung dan memiliki wangi coconut milk & almond oil yang relaxing. Menurutku ada aroma floralnya juga dan memberi kesan feminin, I purple you 💜


Schick Intuition memiliki banyak varian, namun yang aku lihat di website resminya ada 3 varian yang paling sering dan mudah ditemukan di Indonesia. Dan yang membedakan hanya di warna gagang serta conditioning solid dengan wangi dan kandungan yang berbeda-beda pula : Intuition Sensitive Care Razor (warna hijau mint) dengan kandungan Aloe and Vit E, lalu ada Intuition Island Berry Razor (warna pink) dengan Acai Berry Extract, dan Intuition Pure Nourishment Razor (warna lilac) dengan Coconut Milk & Almond Oil.

Memiliki 4 blades yang sangat tajam. Aku sampai speechless! Cuma 1x swipe, kulit langsung licin bebas bulu. Namun kalau dirasa sudah agak tumpul, bisa langsung ganti kepala razor dengan reffilnya.

Cara Pemakaian
1. Basahi bagian kepala shaver/alat cukur dengan air secukupnya
2. Basahi juga area yang akan dicukur agar lebih smooth glides
3. Cukur searah dengan tumbuhnya rambut tanpa memberi tekanan ke alat cukurnya. Aku justru sering melakukan sebaliknya karena merasa kog lebih cepat dan mudah tercukur ya, namun ada konsekuensinya kalau arah mencukurnya terbalik karena kulit bisa terluka apalagi jika kulit kita cenderung sering mengalami bumps/ruam atau in grown hair.

Cara Membersihkan Cukuran
1. Basuh cukuran dengan air mengalir. Keringkan dengan cara mengibaskan sisa-sisa air dan biarkan kering dengan sendirinya. Hindari mengeringkan dengan handuk atau tissue karena akan membuat cukuran cepat tumpul sebab benang-benang handuk dan remahan tissue mudah nyangkut di bladenya.
2. Siapkan wadah berisi air, lalu celupkan cukuran yang telah dipakai sambil diaduk perlahan. Ulangi step ini dengan mengganti airnya jika dirasa masih kurang bersih. Kibaskan sisa-sisa air dan biarkan kering alami.
Masih ragu gabung di team cukur mencukur? You should invest in Schick Intuition 💜


No comments:

Post a Comment