The Clinic Indonesia - Laser Rejuvenation Treatment Review

Siapa yang pengen kulit wajahnya selalu terlihat kencang dan cerah? Pasti semua orang mau dong ya, entah cewek atau cowok. Seminggu yang lalu aku dapat email dari The Clinic Indonesia buat dateng langsung ke klinik untuk mencoba beauty treatmentnya. So excited! Aku memilih Laser Rejuvenation Treatment. Selain yang di luar kota Jakarta, The Clinic Indonesia punya beberapa cabang di Jakarta, salah satunya di Mall Central Park. Karena paling dekat lokasinya dengan rumahku maka aku ditemenin sama suami aku, kita berduaan aja lho minus anak-anak(tumben kan, haha) pergi ke The Clinic Indonesia yang ada di Mall Central Park.
Semuanya suami aku yang fotoin. >.< Seneng banget kalau kerja sambil didukung sama suami ♥

Pertama-tama aku mengisi data dulu untuk keperluan registrasi.

Setelah itu aku menunggu sebentar sebelum dipanggil untuk konsultasi dengan Dokter. Ruangan tunggu The Clinic Indonesia nyaman banget dan banyak tempat duduk tersedia. Semuanya serba putih dan clear, bikin betah nunggu.
 

         

Lalu namaku dipanggil untuk masuk ke Ruang Konsultasi.
Disini aku berkonsultasi dengan Dr.Henry Gunawan. 
Beliau menjelaskan banyak hal, tentang seputar masalah kulitku dan tentang Laser Rejuvenation treatment juga pastinya. Dokter Henry bilang, kita harus rajin facial setiap 2 minggu sekali atau maksimal sebulan sekali. Duh, ketahuan deh selama ini aku hampir ga pernah facial. Hehe. Terus ternyata saat facial, wajah nggak boleh di-massage, karena dapat merangsang pertumbuhan acne baru yang disebabkan oleh bakteri dari acne yang sudah ada dan menyebar luas. Jadi nggak boleh sembarangan facial di tempat yang nggak jelas seperti salon-salon kecantikan ya. Bukannya hilang jerawatnya malah jadi jerawatan. >.<

Aku menjelaskan ke Dokter Henry mengenai masalah kulit wajahku yaitu berminyak dan berjerawat. Ternyata itu semua disebabkan oleh pori-poriku yang besar ini. Wajah dengan pori-pori yang besar pasti akan memproduksi minyak lebih banyak dari pori-pori yang normal dan kotoran pun akan lebih mudah masuk ke pori-pori lalu terjadi penyumbatan, karena itu jerawat mudah tumbuh di wajah. *cry* Selain itu Dokter Henry bilang kalau kulit wajahku sensitif karena mempunyai ciri-ciri; kulit wajah merah dan pembuluh darahnya terlihat. Aku nggak bisa pakai kosmetik sembarangan terutama foundation dan bedak padat. Pantas selama ini setiap sehabis pakai foundation, keesokan harinya wajahku pasti penuh jerawat baru. Senangnya yang punya kulit normal-normal aja. Tukeran yuk sini, mau gaaa? Sebenarnya kalau untuk masalah pori-pori besar dan acne scar ada treatment yang lebih tepat yaitu Fractional Radio Frequency Micro Needling. 
 
Treatmentnya menggunakan alat yang memiliki jarum-jarum kecil ini. Biasanya treatment ini disertai dengan anestesi topikal untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan. Yang spesial dari treatment ini, setiap orang memiliki tip(alat jarum) masing-masing. Jadi tiap alat jarum ini diberi label nama kita sendiri. Ga ada ceritanya deh saling share alat stau sama lain. Haha. Untuk Fractional Radio Frequency Micro Needling ini harganya start from 3 juta rupiah. 

Kalau untuk Laser Rejuvenation Treatment yang akan aku lakukan ini, fungsinya untuk mengencangkan kulit, mencerahkan, mempercepat pengeringan jerawat, dan menyamarkan bekas jerawat. Cocok untuk wajah yang berjerawat ringan. Alatnya seperti ini. Mirip shower ya, bedanya shower keluarnya air, kalau ini keluarnya sinar. Hehe.
Ohya, ternyata buat teman-teman yang mau melakukan Laser Rejuvenation Treatment, ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu; Harus stop menggunakan Roacuttane (obat jerawat oral yang tergolong keras) dari 2 bulan sebelum melakukan treatment dan stop menggunakan produk yang mengandung Hidrokinon dari 2 hari sebelum melakukan treatment. Karena Roacuttane dan Hidrokinon membuat kulit wajah menjadi lebih sensitif jika terkena sinar laser.

Selesai konsultasi, aku pindah ke ruangan lainnya untuk melakukan treatment. Yuk intip proses treatmentnya seperti apa.
Aku masuk ke ruangan yang terdapat meja berisi alat-alat untuk Laser Rejuvenation Treatment dan juga ada kasur untuk kita berbaring. Juga ada meja kecil berisi perlengkapan untuk Laser Rejuvenation Treatment.
           

Sebelum treatment, wajah dicuci terlebih dahulu dengan facial foam untuk menghilangkan minyak dan kotoran. Rileks banget! Kalau nggak inget mau difoto, aku bisa tidur kayaknya. Haha.
Setelah wajah bersih, Laser Rejuvenation Treatment dimulai. Anyway, sebelum treatment dimulai, mata kita ditutup dengan penutup mata ini untuk melindungi mata dari sinar laser.
Dokter Henry juga memakai kacamata khusus untuk menghindari sinar laser. Suami aku juga ikutan pakai kacamata khusus itu selagi foto-foto proses penyinarannya. Haha.

Step by Step
1. Wajahku disinari dari jauh yang fungsinya untuk mencerahkan permukaan kulit. Setiap sebelum disinari, Dokter Henry selalu tanya, "Panas nggak?". Jadi andaikata kalau rasanya terlalu panas, kita harus bilang, jangan diem-diem nahan sambil ngucapin mantra, "Beauty is pain..Beauty is pain...". Hehe. Tapi aku nggak berasa panas sih, cuma hangat-hangat saja.
2. Seluruh wajahku dilumuri gel. Rasanya dingin-dingin gitu. Gel ini berfungsi sebagai cooler untuk mengurangi rasa panas yang ditimbulkan oleh sinar laser. Tip/ujung laser ditempelkan ke kulit wajah dan digerakan mengarah ke atas. Fungsinya untuk mengencangkan kulit wajah.
3. Step terakhir ini persis seperti step 2, yang berbada hanya panjang gelombang sinar laser dan powernya saja. Fungsinya untuk whitening kulit wajah.
Setelah treatment selesai, wajahku dibersihkan kembali dengan facial foam untuk menghilangkan gel.

Kalau ditanya sakit atau nggak, jawabannya hampir ga sakit sama sekali! Palingan sekali-sekali ada rasa kayak kesetrum dikit di beberapa titik wajah. Misalnya di jerawat bagian kening aku itu, karena Dokter Henry memfokuskan penyinaran ke jerawat itu supaya cepat mengering. Untuk panas laser, aku hanya berasa hangat-hangat saja karena tercover dengan gel yang dioleskan ke seluruh wajahku yang berfungsi sebagai cooler. Dari skala 0-10, panasnya sekitar 6-7. Fyi, saat bagian kening disinari, akan terasa lebih panas dari bagian wajah lainnya. Itu disebabkan karena lemak yang berada di dahi lebih sedikit dari bagian wajah lainnya. Selain itu di dahi juga terdapat rambut-rambut kecil yang menyebabkan kita berasa kesetrum-kesetrum dikit. Rasanya masih bisa ditolelir banget, jadi teman-teman nggak perlu takut merasa sakit. After treatment wajahku jadi lebih cerah dan dapet bonus wajah jadi lebih slim. Memang slimnya nggak terlalu signifikan, jadi alami gitu. Efek slimming itu dikarenakan wajah kita jadi kencang. Terus wajahku jadi halus banget, jadi canggung megang kulit wajah sendiri. Haha.
 
Saat semua prosesnya selesai, aku sempat ngobrol sebentar dengan Dokter Henry tentang jangka waktu untuk Laser Rejuvenation Treatment. Dokter Henry menyarankan untuk rutin melakukan Laser Rejuvenation setiap 3-4 minggu sekali. Nggak boleh terlalu sering buat laser juga misalnya rentang waktu seminggu sekali, karena laser dapat membuat kulit menjadi kering. Lalu aku bertanya tentang efek tirus yang kita dapatkan sehabis Laser Rejuvenation Treatment, apakah dapat bertahan permanen atau sementara. Ternyata hanya dapat bertahan beberapa hari saja karena otot wajah akan kembali seperti semula karena itu disarankan untuk melakukan treatment ini secara rutin. Memang segala perawatan harus rutin ya, nggak bisa sekali saja.

Treatment di The Clinic Indonesia puas bangettt!!! Pelayanannya bagus dan semua orang di klinik ramah-ramah. Hasil treatmentnya pun langsung terlihat saat itu juga dan nggak ada efek samping! Untuk Laser Rejuvenation Treatment ini start from 2.5 juta rupiah.

Sehabis treatment asiknya langsung lanjut ngemall di Central Park berhubung kulit wajah lagi bagus (mau pamer maksudnya). Haha. Thankyou buat The Clinic Indonesia yang sudah memberikan kesempatan untuk mencoba treatmentnya. See ya on the next treatment ♥

The Clinic Indonesia Mall Central Park
Lt LG #223 (West Tunnel)
JL. Let. Jend. S. Parman Kav 28.
Jakarta Barat. 11470. Indonesia.

Website : www.theclinicindonesia.com
Instagram/Twitter : @theclinicid
Facebook : The Clinic Indonesia

6 comments:

  1. Kalo treatment rasanya enak banget ya diservice sekalian melepas lelah haha, apalagi trus pas kelar langsung bisa lihat hasilnya ^0^
    Pas baca postmu, mataku langsung tertuju ke tangan dokternya. Kenapa kering begitu kulitnya, keseringan pegang obat kimia kali ya? hahaha. Lihat needllenya jadi inget pas aku MTS, sakit walaupun pake anastesi T_T

    Nice post sya ^_^
    Gratefulbeauty Blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya cee.. bisa ketiduran malah. Siang2 lagi treatmentnya. Wkwkwk. Eh iya, hahaa.. mungkin karena sering kena obat2an atau lasernya(?) Hhe.. cc pernah micro? Wah sharing dongg ciii, hhi, aku penasaran juga soalnya, ^^

      Delete
  2. wiiiii jd pengen cobaaaaa pengen lebih cerah nihhhhh *_*

    kindly visit my blog
    www.mariaistella.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo coba Stella. Aku juga jadu pengen lagi, ahahaha.

      Delete
  3. Pernah nyoba treatment dark cycle di mata gak sis? Penasaran, review dong

    ReplyDelete