a Diary of BURT'S BEES Fleur de pecher - Baume Colore Pour Les Levres

Hello. This is my favourite post. Soalnya lagi dapet inspirasi banget untuk fotoin produk ini. Kebetulan di rumah ada boneka beruang coklat kecil ini dan warna bulunya klasik banget mirip sama bulu Red Poodle. Pasti cocok banget deh buat difoto sama Tinted Lip Balm BURT'S BEES dan ternyata emang cocok. Cuma lucu-lucuan aja kog ini biar foto produk jadi eyecatching.Tinted Lip Balm ini mengandung BeesWax. Selain itu produk ini banyak sekali mengandung extract bunga-bungaan dan tumbuhan seperti cananga, jasmine, rosemary, coconut oil, olive oil, dan masih banyak lagi. Tertulis kalau produk ini 100% Natural. Packagingnya terbuat dari karton tebal lalu ketika packaging karton itu dibuka baru terlihat Lip Balmnya.
Pull to open it
.
.
.
Inside
.
.
.
Setelah pakai ini, berasa banget bibirku moist. Cuma karena aku jarang pakai lipbalm, jadinya aku ngerasa bibirku berminyak banget dan heavy. Ohya, staying powernya lumayan lho. Kalau kena air, masih terasa moist. Ga langsung hilang gitu. Tapi kalau sering minum dan makan pasti lipbalmnya akan hilang dan membutuhkan retouch.

Aku sempat search di internet, ternyata tibted lipbalm Burt's Bees ada 9 varians
Awalnya ga yakin, masa sih banyak gitu. Ini kan bukan lipstick tapi lip balm. Jarang soalnya ada lipbalm yang variannya banyak. Akhirnya karena aku pengen menulis review yang akurat maka aku mengunjungi website Burt's Bees di http://www.burtsbees.com. Ternyata disitu ditulis memang betul tinted lipbalm Burt's Bees punya 9 varian warna. Bisa dilihat di screenshoot ini
Berhubung kecil banget Screenshootnya, pastilah kurang jelas ya baca tulisannya. Jadi aku copasnya di bawah ini ya:
For just a hint of color and a whole lot of conditioning. The Botanical Waxes in these softly tinted balms will take your lips to lovely in one pretty swipe. They come in a range of 9 naturally flattering shades, 4 of which are new! Blush Orchid, Caramel Daisy, Petunia and Sweet Violet.

• Adds a hint of natural color
• Nourishes with Shea Butter and Botanical Waxes
• Available in 9 sheer, wearable every day shades

Harga di web ini $7.00. Tapi aku ga beli. Karena ini dikasih sama my sister in law yang tinggal di Malay. Tapi menurutku worth karena dengan harga $7.00 atau kurang lebih setara dengan Rp.70.000,- bisa mendapatkan tinted lipbalm yang kualitasnya bisa dibilang bagus.

Aku coba search di internet tentang counter Burt's Bees di Indo, tapi ternyata di Indo belum masuk. Biasa orang Indo belinya di negara tetangga, seperti Singapore atau Malaysia atau nggak lewat online shop. Tapi katanya harganya pasti lebih mahal dari harga sebenarnya di USA.

Noted : Menurutku, cocok banget nih pakai lipbalm ini untuk gaya No MakeUp-MakeUp. Kelihatan dandan tapi natural kayak ga dandan.

Okay, that's all of my review. Semoga membantu memutuskan produk untuk kalian beli ya.

a Little Story with CC Cream Silky by Etude House

Hai semuanya. Post kali ini aku akan mereview CC Cream Silky by Etude House. Aku tergiur mencoba produk yang satu ini karena sempat ramai diantara dunia per-beautyblogging-an dan ramai banget di seantero seller-seller kosmetik Korea yang berlomba menawarkan harga yang paling worth buat produk ini. Aku sendiri belum berani buat beli full productnya. Jadilah aku beli sample in jar dulu untuk mencoba cocok atau tidaknya. Berhubung kulitku sensitif, aku jadi harus selektif memilih produk yang akan aku gunakan untuk kulit wajah. Sebelum review, aku kasih penjelasan dulu mengenai CC Cream ya. CC Cream adalah inovasi baru dari BB Cream. Nah kalau BB Cream itu asalnya dari Jerman sedangkan CC Cream diciptakan dan dikembangkan oleh Korea. CC Cream bertekstur lebih ringan dari BB Cream dan dikatakan dapat memperbaiki warna kulit. Aku googling juga mengenai hal ini tapi ada salah satu web yang menyatakan bahwa CC Cream lebih dapat digunakan untuk fotografi dibanding BB Cream karena dapat menutupi noda dan mengcoverage lebih tebal. Aku rasa justru sebaliknya ya. Menggunakan BB Cream, wajahku tampak lebih mulus dibandingkan dengan memakai CC Cream karena CC Cream jauh lebih ga coverage dari BB Cream. Singkatan dari CC Cream itu sendiri ada banyak. Misalnya Color & Correct, Color Control Cream, Correct Combo Cream, dan beberapa singkatan lainnya tetapi untuk Etude House, singkatan CC Cream berarti Correct & Care. Disini dapat diambil kesimpulan kalau fungsi utama dari segala merek CC Cream adalah untuk Correct(Koreksi) warna kulit dan setiap merek CC Cream mempunya kandungan skincare yang hampir sama dan beberapa dimodifikasi.
Secara packaging emang oke banget deh Etude House. Like a princess stuff! Karena aku beli sample in jar, aku fokusin review CC Creamnya ya, packagingnya aku skip.Tentang CC Cream Etude House. Aku memilih mencoba yang silky karena kulitku mild oily-oily. Jadi ga bakalan cocok pake glow. Karena pakai yang silky aja kulitku pada akhirnya jadi glow apalagi pakai yang glow. Wajahku bisa jadi tambang minyak. Sebetulnya dari picture-picture yang aku search di google, yang glow terlihat lebih menarik karena kulit pemakai jadi glowing dan dewy kayak orang korea. Tapi yasudahlah, they are not me. Setiap orang punya kebutuhan masing-masing akan kondisi kulitnya. CC Cream Etude House ini creamnya seperti ada pearl-pearlnya, blink-blink. Kalau dibaurkan ke kulit juga akan terlihat blink-blink pada awalnya dan semakin lama blin-blink itu akan hilang menyatu dengan warna kulit. Untuk coverage CC Cream emang bukan untuk coverage tapi lebih untuk mengkoreksi warna kulit seperti redness. Di wajahku, redness dapat tertutupi tetapi noda hitam bekas jerawat masih sangat terlihat. Jadi banyak yang menggunakan CC Cream ini sebagai base sebelum memakai BB Cream lagi diatasnya. Kalau aku sendiri ga mau sih pake dobel gitu. Cukup 1 layer aja. Kalau mau pakai CC Cream berarti ga perlu pakai BB Cream begitu juga sebaliknya. Kasihan kulit kita meskipun katanya sih skincare ya tapi masuk kategori make up juga kan.

Difoto kurang kelihatan pearl-pearlnya, padahal udah foto pakai flash + lampu dari sebelah kanan. Tekstur creamnya lembut dan cenderung cair. Kalau BB Cream kan kental. Karena bertekstur cair, jadi colek dikit aja udah bisa diaplikasikan ke seluruh wajah(perbandingan dengan pemakaian BB Cream). Wangi CC Cream ini seperti Hazeline gitu tapi CC Cream ini lebih enak wanginya. Soft banget wanginya, menyenangkan pokoknya. Nah ada keunikan dari CC Cream ini. Aku mencoba mengaplikasikannya di punggung tangan dan apa yang terjadi? Voila! CC Cream yang berwarna putih ini bisa berubah warna seperti bunglon mengikuti warna kulit punggung tanganku yang ketika itu sedikit kemerahan. See this picture.
1. Baru mengoleskan di tangan
2. Membaurkan sedikit ke arah kanan
3. Membaurkan ke arah sebaliknya dan terlihat cream berwarna putih di bagian pinggir mulai berubah warna menjadi sedikit pink mengikuti warna kulit.
4. Membaurkan lagi sehingga cream yang masih berwarna putih tadi(no 3) berubah seluruhnya menjadi warna pink mengikuti warna kulit.
5. Cream yang sudah berubah warna menjadi pink tadi(no 4) mulai merata dan meresap.
6. Sudah dibaurkan dengan total jadi cream benar-benar merata. Terlihat sedikit pearl(blink-blink) pada kulit yang akan hilang sekitar 10 menit-15 menit.

Magic kan. Hahaha. Aku kurang tahu ya hal ini pernah dibahas atau belum, ini bukan seperti lotion yang berwarna putih terus dipakaikan ke kulit hilang meresap gitu tapi ini betul-betul berubah warna. Do u know what i mean? Berubah bukan meresap. Karena itu CC Cream ini ga tersedia shade warna yang lain. Cuma ada satu warna dan ternyata karena CC Cream ini bisa mengikuti warna kulit kita. Jadi ga takut keputihan atau terlalu gelap deh. Nice product!

Smokey Eyes For Stunning You

Haiiii semuanya. Seneng deh bisa nulis dan nulis lagi. Kali ini aku akan membahas tentang smokey eyes. Kenapa judul diatas kaya gitu ya ?  Jawabannya adalah, Smokey eyes bisa merubah penampilan sesorang dari yang memiliki mata sayu, wajah pucat dan tidak bergairah menjadi seseorang yang fresh, enerjik, dan bersemangat. Bener nggak ya?
Nah ini dia foto before-afternya my sister. Dia mau loh kalau diminta jadi model makeup dengan sukarela. Namanya Desy dan dia masih single, mau nomor hapenya PM aja ya. Wakakaka. Waktu liat lumayan puas. Lumayan aja loh. Tapi belum sepenuhnya karena masih banyak yang harus dibenerin, dari aku segi teknik makeupnya, alat dan bahan, dan masih banyak lagi proses belajar. Untuk tutorial sih aku belum bisa bikinin. Tapi satu hal yang pasti, teknik bikin smokey eyes itu klise, gitu-gitu aja, hampir semua orang menggunakan teknik yang serupa. Oles-oles eyeshadow terus blending. Dan yang terutama adalah gradasi warna. Ini aku pake warna hitam untuk base dibagian eyelid terus diblending sampai jadi warna abu-abu muda. And then tambahin eyeshadow putih di bagian dalam mata, terus untuk bagian tengahnya isi dengan warna abu-abu silver, dan di bagian paling luar aku pakai hitam. Abis itu ga lupa, tiap nambahin warna baru misal kaya abis pakai putih-blend-silver-blend-hitam-blend. Gitu. Jangan tiga-tiganya langsung diblend dari ujung ke ujung ya. Dulu aku belum begitu paham jadi gradasinya ga keliatan deh, warnanya negbaur semua = ancur seancur-ancurnya! Haha.

1st Product Review- The Face Shop Lovely ME:EX Nails Nail Polish 11ml PK103

Hai!
Ini lagi hari baik buat nulis. Biasa..Lagi semangatnya muncul, rasanya pengen bikin entri beberapa sekaligus. Tapi karena preparation bikin blog post ternyata ga gampang; kudu foto-foto, proses seleksi, touching, dan pake produknya dulu jadilah hanya bisa mengentri satu post aja dalam sehari. Sukur-sukur dapet dua. Amin. Sesuai dengan judulnya ya, ini perdana banget aku nge-review produk loh dan produk pertama yang superlucky itu adalah...

The Face Shop Lovely ME:EX Nails Nail Polish 11ml PK103

Aku sih juga pencinta nail polish ya. Suka banget pake kuteks tapi sejujurnya kalau lagi pake kuteks jadi parno. Takut somplak sana sini. Jailah gerakan jari mesti lemah gemulai. Padahal biasanya gerakan jari absurd, brutal abis. Waktu lagi jalan di Central Park terus ngelewatin gerai The Face Shop, mata langsung melototin aneka rupa produk disana. Tapi alhasil cuma tertumbuk pada barisan kuteks-kuteks berwarna soft ala TFS. Liat harga sih, murah banget ya. Cuma Rp32000 sebenernya yang gausah pake mikir kalau mau nyoba. Botolnya lumayan gede kog, isinya 11ml kan. Mau pake sampe bosen bosen juga bakalan masih banyak isinya. Apalagi harganya oke. Tapi dasar akunya kalau mau beli barang paling mikir banget jadi lamaaa banget menimbang-nimbang mikir,"Beli gak ya?". Pas udah mutusin untuk beli, lama lagi mikirnya, "Bagusan warna apa ya?" Aaaaarrgh. Waktu beli ini aku ga sempet nyobain pake tester-tester segala. Jadi berdasarkan liat dari luar botol aja. Jadilah akhirnya si Pink Sheer ini kebeli. Waktu di rumah cepet-cepet nyoba dong kan norak,*ehem*. Nah in hari baru sempet fotoin dan nge-review. This is it..
Warnanya soft banget dan ada efek shimmernya tapi warnanya sheer jadi agak keliatan transparant, ga bakal bisa pekat. Minusnya, warna-warna sheer seperti ini akan semakin tampak pada kulit yang terang, Makin putih kulit kalu maka kuteks ini akan semakin terlihat warnanya. Ini udah pernah dicoba dipakai sama seseorang yang berkulit kuning kecoklatan menjurus ke sawo matang, tapi yang terlihat malah warnanya jadi beda. Jadi silver gitu, pinknya ga terlalu keliatan kalau ga diperhatiin dengan seksama. Gak begitu cocok. Tapi buat yang klitnya terang ga ada masalah kalau mau coba. Aku sih suka karena aku cinta sama warna yang soft dan kalem. Kurang suka yang warna-warna berani seperti kuning,merah,hijau.

ByTheWay, pakai kuteks ini harus dilapisin 2x minimal supaya warna pinknya lebih keluar. Ga begitu mencolok perbedaannya antara 1x poles dengan 2x poles. Tapi 2x poles pinknya akan lebih terlihat.
Ini yang 1x poles
Sheer banget kan ya..Begitu kering,langsung aku poles lagi. Ini yang 2x poles
Masih sheer? Pasti! Kuteks ini akan selalu sheer cuma pinknya jadi lebih keliatan aja. Kalau difoto ga gitu beda ya. Tapi tetep aja keliatan bedanya kog. Foto yang kiri itu kena cahaya flash kamera jadi pinknya soft banget. Nah yang kanan flashnya ga nembak jadi lebih keliatan pinknya. Bisa aja sih ditebelin lagi, 3x poles. Tapi ga deh, gamau tebel-tebel. Hahaha. Ngomong-ngomong kalau dari segi aplikator/kuas, Kuteks ini sih oke. Menurut aku enak banget dipakainya. Brushnya gampang digerakin dan bikin rapi. Ga kaku atau terlalu lunak. Pokoknya nyaman aja dipakainya. Kalau dari segi tekstur kuteksnya, kuteks ini terbilang lumayan cair. Pinter-pinternya kita menakar pemakainnya aja.

Kesimpulannya, kuteks ini layak dibeli. Dengan harga Rp32000 dan kualitas seperti ini. More than oke-lah. :) Jadi pengen beli warna lainnya.

Little Things Make Different

Secuil transformasi bisa merubah penampilan kamu secara signifikan maupun tidak berarti. Tapi PASTI akan mengalami yang namanya PERUBAHAN. Start from poni atau bahasa kerennya bang's yang hanya secuil rambut yang menutupi jidat(bahasa sopannya kening) supaya ga keliatan lebar dan jenong. Yup ! I love all of my bang's style !
Aku selaluuuu cinta sama rambut panjang karena itu ga pernah rela untuk memotongnya baik hanya sesenti saja (Huaa, lebay, tapi memang iya kenyataan). Padahal panjangnya sudah sepinggang, tapi rambutku lancip-lancip terus tipis-tipis jadi mirip dismoothing padahal ga. Nah kan kalau tipis jadi meskipun panjang ga bakal keliatan mirip kunti kan ?? Ayo yang setuju angkat tangan dan bilang "Hore".
Oke, tapi ada kejadian menyebalkan tentang poni. Aku trauma sampai sekarang gara-gara potong rambut di salah satu salon di Jakarta (Ga boleh sebut merek, nanti dianggap mencemarkan nama baik,Lol). Kalau buat bagian bawah-bawahnya (maksudnya bagian ujung rambut gitu) gapapa deh, ga masalah ya salah persepsi dikit yah ga gitu fatal dong, kan tetep panjang. Tapi setelah mencapai proses finishing...olalalala..Masalah sebenarnya terletak disini. Poniku rada cepak ! Haissss... Aku disitu pengen menitikan air mata kesedihan. Aku protes. Begini dialognya.
Me : "Saya kan bilang maunya poni miring aja, kenapa jadinya ponira (poni rata) ?"
Si Pemotong : "Cocok kog cocok. Bagus banget jadi kamu keliatan fresh."
Me : "Tapi saya 'kan maunya poniring. Ga ada tuh pernah minta ponira, apalagi cepak gini kalau ga cepak sih gapapa, bagus. Tuh kan saya jadi keliatan gemuk tau ga ???!!!"
Si pemotong : "Banyak loh yang request gini. Jadi mirip orang jepang ya"(Sambil sisir-sisir poni aku)
Me : "Haduh, mau jepang atau apa yang penting saya kan ga minta ponira cepak."(Hampir nangis)
Si pemotong : "Kayaknya kamu ga suka ya ?"
Me : ................... (Dalam hati : Emang iya, kayaknya dari wajah saya udah keliatan deh kalau saya ga suka, gausa nanya juga udah tau. zzzz...=.=)

Selesai dari salon, tadinya niat jalan-jalan. Tapi ga pede sama poni akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Sampai di rumah, langsung keramas lagi padahal tadi di salon udah keramas sama dibonusin catok. Tapi bodo amat. Keramas di rumah lagi biar buang kekesalan dan kegondokan. Ga mau inget-inget kalau abis potong rambut. Tapi begitu lewat di depan kaca westafel kamar mandi, ada sesosok wanita dengan poni cepak-nya. Aaaaa...Tidaaakkkk!!!! Aku teringat lagi. Langsung deh sisir-sisir poni berkali-kali berharap bisa panjang dengan cepat kalau disisir terus menerus(Mulai ga sehat otaknya). Sejak hari naas itu, poniku rajin aku naikkan ke atas. Biar keliatan jenongnya gapapa daripada mesti pamer poni cepak nan aneh itu. Sampai temen-temen kampus bahkan keluarga nanyain. Karena aku anak yang jujur, aku ceritain kronologisnya seperti yang aku ceritain diatas. Pokoknya waktu aku lagi cerita tuh heboh banget dan seakan-akan si pemotong itu kejam sekali(pikir-pikir lebay juga, maaf ya si pemotong). Waktu itu lagi khilaf aja jadi terasa  sangat sangat menyebalkan. Lol. Akibat kejadian yang tak bisa dilupakan itu, aku tidak pernah lagi memotong poniku di salon. Wahahaha. Jadi aku memotongnya sendiri. Meskipun ga pernah belajar potong rambut, aku udah cukup berpengalaman memotong rambut adik-adikku. Perempuan dan laki-laki, dan adikku yang perempuan(kelas 1 SMA)langganan potong di aku, ga mau di salon meskipun sekarang kita udah beda rumah. Hahahaha. Kata temen bahkan guru adikku itu, potongan rambutnya keren dan guru itu pengen tau nama model rambutnya apa soalnya dia pengen istrinya potong persis dengan rambut adikku. Lucu juga kalau dipikir-pikir. Yaudah, jadi aku pede aja potongin poni sendiri. Memang ga selalu berhasil, paling nggak dari 10 kali potong sendiri yang gagal 2 kali. Tapi ga gitu fatal. Lol. Nah ada fotonya nih transformasi beberapa style poni aku yang kesemuanya karya sendiri (Potong sendiri). Check this out !
Okay, it's long enough yea. See you in my next post.
xoxoxoxo

Achievement

Winner Of SHINZU'I Ume Blogger Writting Competition
 
Winner Of ORORI BLOG COMPETITION Periode 4


2nd Winner Of Redwin Indonesia Blog Writing Competition


Winner Of SHARP AQUOS Crystal x Kawaii Beauty Japan


Winner Of Marina Blog Competition 2015


2nd Winner Of Indonesian Beauty Blogger x The Saem ID February 2015 Make Up Challange
"FLOWERY GARDEN"

2nd Winner Of Indonesian Beauty Blogger x Sarange Cosmetic Indonesia October 2014 Make Up Challange
"I-POP KOREAN SIGNATURE MAKE UP STYLE"


2nd Winner Of ULZZANG LOOK MAKE UP TUTORIAL BLOG COMPETITION 2014 By Bina Blog Indonesia


Contact Me

Hi , I'm a 23y.o Blogger who loves to write about Beauty, Fashion, Travel, and Food. Especially in Beauty and Fashion. I also worked as a Make Up Artist. If you want to have an inquiry with my blog (such as like; place an ads, review your product, attend your event) just left your email/invitation at yanitasya.p@gmail.com.

Regards,

Hai, Aku seorang Blogger berusia 23 tahun yang suka menuliskan hal-hal tentang Beauty, Fashion, Travel, dan Food. Terutama artikel tentang Beauty dan Fashion. Aku juga bekerja sebagai seorang Make Up Artist. Jika kamu ingin bekerja sama dengan blog saya (Seperti memasang iklan online shop kamu, menuliskan review produk jualan kamu/sekaligus memberikan link back ke situs kamu/promosi, mendatangi event yang kamu selenggarakan) kirimkan email berisi ajakan kerjasama/undangan ke yanitasya.p@gmail.com. 

Salam,