

















Happy anniversary Kiehl's yg ke-170!!! Setiap kali lewat di depan store Kiehl's yang ada di mall, impresi pertamaku selalu mengarah ke satu kata : 'classic'. Walaupun tetap dikemas dalam suasana yang modern, tapi touch of retronya selalu terasa. Jujur ini pertama kalinya aku mencoba produk-produk dari Kiehl's, jadi terimakasih banyak Clozette Indonesia dan Kiehl's yang sudah memberikan aku kesempatan untuk mereview Kiehl's 170th Collections ini. Semoga ini bukan hanya kali pertama dan terakhir, namun menjadi sebuah awal yang baik untuk mereview berbagai produk-produk Kiehl's kedepannya 😊

First impression aku tentang Kiehl's, "Packagingnya aesthetic bangettt!!!". Jujur sampai sayang deh buka box-nya, karena menurutku secara keseluruhan sampai pita-pita-nya pun, cantik buangettt! Pas lihat kemasan per produknya lebih spechless lagi karena...Langsung aja kita bahas 3 produk dari The Heritage Collection ini, dari segi kemasannya terlebih dahulu. Check it out!
PACKAGING

Produk-produk yang termasuk di dalam Special 170 years edition ini dikemas khusus dengan botol kaca/beling with touch of white and gold. Nilai 100 untuk kemasan edisi spesial kali ini karena saking estetiknya, ditaroh gitu aja langsung berasa vibe-vibe bangsawannya. Hehe.
Kemasan kartonnya berbahan tebal berlogo FSC MIX yang artinya recycled material, or controlled wood, atau mungkin bisa disebut eco friendly. Desainnya klasik, masih didominasi oleh warna putih touch of gold. Jujur sayang banget kalau dibuang gitu aja. Masih aku simpan sampai sekarang karena ga tega, terlalu cantik 😆🤍
Kiehl's CALENDULA HERBAL-EXTRACT TONER

Hal yang paling menarik perhatian dari toner ini adalah terdapat helaian-helaian menyerupai dedaunan yang ternyata adalah kelopak bunga Calendula yang merupakan ingredients utama dari toner ini. Bunga Calendula ini secara umum lebih dikenal dengan nama Marigold.

Kiehl's MIDNIGHT RECOVERY CONCENTRATE

Harga : IDR 1.125.000,-
Sempet cari tahu, kalau bukan special edition kemasannya seperti apa. Ternyata sama seperti kemasan edisi Heritage Collection ini, kemasan biasanya juga terbuat dari botol kaca/beling yang dilengkapi dengan pipet sebagai penutup botol sekaligus, yang membedakan hanya dari segi design.
Sesuai dengan namanya yaitu Midnight Recovery Concentrate, produk ini digunakan untuk malam hari sebelum tidur(midnight), sehingga keesokan harinya di pagi hari, kondisi kulit wajah jadi lebih baik(recovery). Teksturnya seperti minyak pada umumnya. Terbuat dari campuran minyak atsiri dan tanaman suling termasuk Minyak Esensial Lavender, Evening Primrose Oil and Squalane. Berikut adalah fungsi dari hero ingredients yang terkandung dalam Kiehl's Midnight Recovery Concentrate :
How to Use
Aplikasikan Kiehl's Midnight Recovery Concentrate sebanyak 2-3 drops atau sesuai kebutuhan, pada wajah yang sudah dibersihkan. Usapkan dan ratakan ke seluruh kulit wajah hingga leher, sambil lakukan soft massage dan tap-tap lembut untuk penyerapan maksimal.
Kiehl's Midnight Recovery Concentrate adalah oil atau minyak tapi bertekstur cair. Kalau nggak di blend, dijamin kirain kayak air biasa saking ringannya. Minyaknya mudah menyerap di kulit ketika di blend. Finishingnya kulit terasa sedikit berminyak ketika baru diaplikasikan. Ga lama-lama, minyakannya akan hilang sekitar 5-10 menit kemudian. Bener-bener tadaaa ilang gitu aja yang aku yakini nyerap ke kulit karena ga dipeper kemana-mana kog. Hehe.
Ada beberapa wewangian yang tercium, salah satunya yang paling menonjol adalah aroma lavender. Untuk pemilik kulit berminyak, apakah kalian juga merasakan hal yang sama seperti aku? Seringkali aku merasa kondisi kulitku berubah-ubah mengikuti siklus hormon. Menjelang period kulitku jadi rembes minyak banget dan sangat rentan berjerawat. Saat-saat seperti itu aku adaptasi dengan mengaplikasikan skincare yang konsentrasinya jauh lebih ringan. Bukan berarti Kiehl's Midnight Recovery Concentrate ini berat ya. Untuk ukuran face oil sih ini udah bener-bener light banget! Dan aku mau rekomendasiin serum ini untuk pemilik kulit dry to normal. Bukan pengalaman pribadiku sih, namun setelah aku baca-baca di berbagai forum kecantikan seperti SOCO dan Female Daily, mayoritas pengguna dengan skin type dry to normal, cocok menggunakan Kiehl's Midnight Recovery Concentrate.
Kiehl's ULTRA FACIAL CREAM

Seperti biasa, bahas dari segi kemasan dulu ya ^^ Sebelumnya aku sempet cari, kalau bukan edisi spesial kira-kira packagingnya kayak gimana sih. Sebetulnya packaging produk-produk Kiehl's tuh aesthetic banget mau limited edition, special edition, atau yang biasa sekalipun, yang membedakan adalah materialnya. Kebetulan yang non special edition, kemasannya berbentuk jar dan terbuat dari plastik.
Ada 2 hero ingredients yang akan aku bahas untuk Kiehl's Ultra Facial Cream. Salah satunya adalah kandungan Squalane, notabenenya masih sefrekuensi atau satu seri dengan Midnight Recovery Concentrate. Satunya lagi adalah Glacial Glycoprotein.
Glacial Glycoprotein adalah kandungan yang hanya bisa didapatkan di Antartika yang berasal langsung dari glasier laut. Berfungsi untuk memberikan hidrasi pada kulit.
Tekstur creamnya agak semi gel karena karakteristiknya yang ringan dan sedikit transparant (bukan berwujud cream yang padat). Ketika di blend sangat mudah menyerap di kulit. Finishingnya juga sama sekali tidak ada rasa lengket atau tebal ataupun berminyak. Serasa tidak menggunakan cream apapun. Yes, seringan itu creamnya! Tapiii, ada tapinya nih. Kalau kulit temen-temen pada dasarnya berminyak, lalu pakai moisturizer berwujud cream yg claimnya melembapkan banget untuk dijadikan pelembab di pagi-siang hari rasanya kurang tepat. Secara otomatis kulit yang pada dasarnya berminyak akan selalu minyakan. Produk-produk topikal yang kita pakai hanya membantu saja. Tapi faktor terbesar seberapa banyak produksi minyak tergantung dari tipe kulit masing-masing. Makanya ada jenis kulit dry to normal, normal, normal to oily, sampai combination. Buat yang jenis kulitnya berminyak, aku sarankan untuk menggunakan di malam hari saja. Biasanya kalau malam, mayoritas di ruangan ber-AC dan udaranya juga udah ga sepanas di siang hari. Fyi, udara panas memicu produksi minyak berlebih loh. Jadi kalau ketambahan moisturizer yang sifatnya moisttt banget, kadar berminyaknya jadi nambah gitu meskipun ga parah-parah banget. Sementara untuk teman-teman yang jenis kulitnya kering, aku rasa ini sesuai banget untuk kalian pakai sebagai day and night moisturizer.
Awal-awal creamnya dibaurkan ada sensasi cooling, adem-adem gitu, tapi bukan tingling macam menthol yes. Ini berasa kayak suhu kulit jadi turun aja gitu, adem seger. Tidak ada tambahan pewangi buatan. Hanya tercium sedikit natural odor yang berasal dari bahan-bahan yang terkandung dalam Kiehl's Ultra Facial Cream.
---
Sekian review aku untuk ketiga produk Kiehl's Limited Edition kali ini. Diantara tiga produk yang barusan aku bahas, yang benar-benar sesuai dengan preference kulit aku adalah Kiehl's Calendula Herbal-Extract Toner. Jadi buat yang kulitnya berminyak berjerawat, aku sangat merekomendasikan toner ini untuk kalian. Lalu untuk teman-teman yang juga ingin mencoba berbagai produk Kiehl's, bisa langsung klik disini

Beberapa waktu lalu aku mencoba Elshe Skin Radiant Skin Serum, baca disini ya. Saat ini aku mencoba Elshe Skin Radiant Supple Skin Serum. Kedua produk ini sebetulnya mirip banget, guys. Sempet nyari di gugel tapi aku masih ga terlalu paham perbedaannya. Lalu aku kontak admin Elsheskin by dm Instagram.




Maskne : Singkatan dari Mask dan Acne. Sesuai dengan namanya, penyebab jerawat tipe ini adalah akibat pemakaian masker terlalu lama.
Hai semuanyaaa! Baru aja kita 'merayakan' satu tahun hadirnya coronces di Indonesia. Huhuhu. Tiada senang, tiada tawa. Mau ga mau, setiap kali berpergian harus pakai masker. Awalnya aku ga ngalamin maskne, soalnya aku jarang keluar rumah. Belakangan setelah segalanya mulai beradaptasi, maka semakin banyak juga kegiatan yang mengharuskan aku untuk keluar rumah, kebanyakan soal pekerjaan sih. Alhasil ngalamin juga deh yang namanya maskne. Tadinya ga kepikiran kenapa sering banget muncul jerawat di sekitar philtrum (diantara hidung dan mulut) dan juga dagu. Aku pikir biasalah, period. Lama kelamaan mulai sadar juga, sehabis pakai masker seharian atau pakai masker selama beberapa hari berturut-turut, rutin tumbuh jerawat yang letaknya disitu-situ aja. Oke fix, aku maskne!
Tapi gapapa, setiap masalah ada solusinya. Hahaha. *ketawa bangga* Berikut adalah sedikit tips dari aku untuk mengatasi maskne :
1. Rajin ganti masker
2. Pilih tekstur masker yang lembut di kulit
3. Kurangi pemakaian make up
4. Rutin membersihkan wajah
5. Jaga kelembaban wajah
Sekarang aku bahas lebih detail 2 point terakhir yang penting banget tapi seringkali dilupain kayak kenangan kamu sama dia :) Jadi aku selalu biasain double cleansing walau ga pakai makeup. First Step aku pakai Bioderma Sensibio H2O Micellar Water.

Aku yakin banyak diantara teman-teman, apalagi kalangan beauty enthusiast, sudah familiar dengan keampuhan micellar water yang satu ini untuk membersihkan makeup waterproof. Awalnya pun aku hanya mencoba sample size, ternyata makeup yg tebal sekalipun mudah sekali di remove. Setelah itu aku pakai yang ukuran 100ml. Dan baru-baru ini upgrade lagi ke ukuran 250ml, karena selain bisa digunakan untuk membersihkan makeup hingga 99%, Bioderma Sensibio H2O Micellar Water dapat dipakai sehari-hari untuk membersihkan wajah dari pollutant dan micro particle hingga 98%.

Meski pun hanya di rumah aja, wajah kita juga bisa kotor, apalagi buat teman-teman yang tinggal di daerah perkotaan. Udara kita saat ini mengandung banyak sekali debu-debu dan kotoran yang penetrasi hingga ke lapisan kulit terdalam tapi tidak kasat mata. Walau ga terlihat, coba deh jangan cuci muka setengah harian, lalu bersihkan wajah kalian dengan Bioderma Sensibio H2O Micellar Water dan kapas, hasilnya seperti ini :
Ah-ma-zinggg. Abu-abu banget kan. Itu menandakan bahwa dimanapun kita berada, kulit tetap terpapar sama yang namanya debu dan kotoran, yang kalau tidak dibersihkan akan berpotensi menyumbat pori dan menyebabkan timbulnya jerawat, ditambah dengan bakteri yang terperangkap di masker selama kita pakai seharian. Tanpa kita sadari, terjadi gesekan antara kulit dengan masker yang menimbulkan luka kecil/micro tears yang tidak terlihat secara kasat mata. Sehingga bakteri dan kotoran lebih mudah masuk dan menyumbat pori-pori. Selain itu sirkulasi pernafasan yang kita hembuskan lewat mulut dan hidung terkumpul disitu-situ aja sehingga menimbulkan hawa panas, lembab, serta berkeringat. Jelas kondisi yang sangat mendukung bakteri untuk berkembang biak. No wonder, jerawat betah mampir di sekitar mulut dan dagu.


Stay safe, stay healthy, stay pretty 💕
"Invest in your hair, it is the crown you never take off."
Pastinya udah sering denger atau baca quotes diatas dong, aku juga copas sih dari Google. Hehe. Seperti biasa, blog ini selalu dimulai degan cerita. Maklum, penulisnya bawel kalau ngetik. Jadiii, dari dulu rambutku selalu panjang sampai sepinggang-pinggang. Meskipun pernah potong pendek selama 2 tahun, tapi tetep aja gitu panjangan dikit, rambutku pasti menebar ke muka-muka. Supaya ringkas, biasanya aku kuncir sepanjang hari, kecuali foto atau pergi-pergi (malah catokan). Aku kan nyapu kamar sendiri nih, jadi aku tau persis kalau rambutku rontok banyak banget dibanding sebelum rambut aku sepanjang ini. Gabung sama rambut suami sih, soalnya rambut dia juga rontok banyak. Nah, kita berdua lagi cobain AROMATICA Scalp Root Energizing Shampoo. Buat temen-temen senasib sepenanggungan, harus baca sampai habis ya ^^


Cobain skincare baru? Why not ^^
Ga berasa ya, aku mulai blog ini waktu umurku 19 lho. Aku sendiri pun terkejoed blog ini hampir seumuran sama anakku yang pertama. Haha. Dulu aku bolak balik curhat tentang jerawat. Sekarang usiaku 28 tahun, tentunya permasalahan kulitku pun sudah berubah. Dari acne jadi aging, tapi lumayan sembuh acne-nya, so yayyy! Aku bersyukur banget, really. Buat yang penasaran seperti apa strugglenya hidup aku bersama jerawat berrr-tahun-tahun, bisa baca disini ya.
Ini save-an dari Instagram Story aku, aku upload ke blog karena aku kepingin pembaca blog aku yang jarang main Instagram juga bisa baca ini. Nah seperti yang aku tulis di halaman terakhir IGS aku, sekarang aku harus berurusan sama bekas-bekasnya. Sooo many spots on ma face mengalahkan bintang-bintang di langit. Lah lebay. Jujur aku malu banget kasih lihat bare face-ku. Kepinginnya glass skin kayak cewek-cewek Korea, apa daya jauh dari impian. Tapi lewat kondisi kulit aku yang ga sempurna, selama ini aku belajar banyak untuk mencintai kulitku apa adanya. As I mentioned before, aku adalah orang yang perfeksionis. Ga bisa lihat setitik jerawat pun di kulit aku, pasti bakal aku kacain terus dengan tatapan killer ke 1 jerawat itu berharap dia kempes karena tatapan aku. Sehalu itu iya! Sekarang kan tinggal bekas-bekasnya nih, hmm...ga bisa bilang 'tinggal' atau 'cuma' sih, soalnya bekas jerawat tuh lebih susah hilang dibandingkan jerawatnya sendiri. Aku seneng deh bisa berkesempatan buat cobain Elshe Skin Radiant Serum. Thankyou Jakarta Beauty Blogger.
ElsheSkin Radiant Serum mengandung Arbutin dan Vitamin C. Menyadur dari website www.alodokter.com, Arbutin merupakan turunan hydroquinone yang sangat efektif sebagai pengobatan topikal atau oles untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit. Karena itu arbutin sering dijadikan bahan utama dalam berbagai produk perawatan kulit untuk memutihkan, mengatasi bercak hitam dan kulit kusam. Sedangkan Vitamin C adalah salah satu dari sekian banyak kandungan skincare yang dapat mencerahkan dan memudarkan bekas jerawat yang aman digunakan untuk kulit berminyak dan cenderung berjerawat karena dapat menekan produksi sebum berlebih.
PACKAGING
INGREDIENTS
Aqua, Propylene Glycol, Butylene Glycol, Arbutin, Citric Acid, Sodium Sulfite, Acetyl Tyrosine, Saxifraga Sarmentosa Extract, Paeonia Suffruticosa Root Extract, Aminopropyl Ascorbyl Phosphate, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Glutathione, Glycerin, Niacinamide, PEG-400, Vitis Vinifera Seed Extract, Lecithin, Linoleic Acid, Tocopheryl Acetate, Sodium Ascorbyl Phosphate, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Tocopherol, Alcohol, Sodium Hyaluronate, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Aminoethylphosphinic Acid, Sodium Methylparaben, Xanthan Gum, Carbomer, Aminomethyl Propanol, Methylparaben, Sodium Metabisulfite, Disodium EDTA, Sodium Bisulfite.
ACTIVE INGREDIENTS
Arbutin, Acetyl Tyrosine, Saxifraga Sarmentosa Extract, Paeonia Suffruticosa Root Extract, Aminopropyl Ascorbyl Phosphate, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Glutathione, Niacinamide, Vitis Vinifera Seed Extract, Lecithin, Linoleic Acid, Tocopheryl Acetate, Sodium Ascorbyl Phosphate, Tocopherol, Sodium Hyaluronate.
TEXTURE
Teksturnya cair, ringan, dan transparan seperti air. Mudah dibaurkan serta cepat menyerap di kulit. Finishingnya tidak lengket, tidak menimbulkan sensasi berat atau panas di kulit, dan tidak membuat kulit jadi berminyak. Cocok digunakan untuk semua jenis kulit baik kulit berminyak sekalipun.
FRAGRANCE
ElsheSkin Radiant Skin Serum tidak menggunakan pewangi buatan sehingga ada aroma medical odor yang menurutku tergolong tidak mengganggu dan tidak begitu menyengat. Tapi dibilang wangi ya nggak wangi. Hehe. Aku ga ada masalah sih sama aromanya, karena bagiku yang terpenting adalah khasiat serta bahan-bahan yang dipakai aman untuk kulit.
HOW TO USE
DO & DONT'S
Buat teman-teman yang kulitnya masih berjerawat/active acne, hindari pemakaian ELSHESKIN Radiant Skin Serum , fokus ke penyembuhan jerawatnya dulu. Pertama, yang pasti kandungannya tidak sesuai dengan permasalahan kulit yang sedang berjerawat. Kedua, karena serum ini mengandung vitamin C maka akan ada sensasi cekit-cekit bahkan untuk kulit tanpa jerawat aktif sekalipun. Apalagi untuk kulit yang sedang berjerawat, karena kulit berjerawat kondisinya sedang inflamasi atau mungkin ada luka terbuka, terpapar vitamin C pasti sangat terasa tidak nyaman. Radiant Serum ini juga bukan diperuntukkan bagi pemilik kulit sensitif. Aku berkulit sensitif dan masih punya beberapa jerawat aktif, maka cara aku pakai Radiant Serum ini sedikit berbeda pada umumnya yang seharusnya dioleskan secara merata pada wajah. Aku menggunakan cotton bud untuk mengaplikasikan Radiant Serum ini di dark spots tertentu atau sebagai obat totol.
*Saat ini aku baru mencoba kurang dari 1 minggu sehingga belum ada perubahan yang signifikan. Akan aku update lagi setelah minimal 3 minggu atau 1 bulan pemakaian.


